Jadi, kudatangi kotamu
Ku datangi kota mu
dengan sekantung harap
sekoper angan
sayang, ku lupa
ajak prasangka
temaniku serta
Tembok tembok beton
Kokoh menjelma gunung
Cahaya warna warni
Ungu
Hijau
Kuning
Merah
Biru
Silaukan mata
Boneka boneka cantik
Di etalase toko itu
Papan papan billboard
Hingar bingar musik
ku letakkan koper angan
di trotoar itu
kulepaskan kantung harap
dari pundakku
Gelap langit datang menyerbu
Terpa segala warna warni
Hujan muntahkan amarahnya
Puaskan dahaga
Cumbuiku
Perempuan tergesa
Pria berlari
Jalanan sepi
Kuyup ku sendiri
bersama sekoper angan
sekantung harap
di trotoar yang basah ini
(le 19 mars 2008, du nuit….)
