Posted by: ninayuliana | May 14, 2008

Juni di akhirmu

Juni di akhirmu

: adikku

waktu yang memakuku

di juni

kala bulan pucat

senandungkan

balada luka

kudengar

lirihnya kesakitan

saat kutingkahi

nada itu

dengan gemulai

tarianku

kurasa

helaan napas

yang tak puas:

mengeja

waktu yang memakuku

di juni

ketika matahari

tak mau lagi

sembunyikan diri

kudengar bisikan;

“maafkan, karena malam

harus berganti pagi”


Responses

  1. dan hari terus berlanjut, kuharap selalu ada kesunyian tanpa batas di antara kita, yang diisi dengan kata demi kata yang menjadikan segalanya ada …
    lama ya nggak ngobrol. aku juga sudah lama nggak nulis. piye donk nin? hehehehe ….

  2. dan hari terus berlanjut, kuharap selalu ada kesunyian tanpa batas di antara kita, yang diisi dengan kata demi kata yang menjadikan segalanya ada …
    lama ya nggak ngobrol. aku juga sudah lama nggak nulis. piye donk nin? hehehehe ….

  3. bukankah kita sudah menuntaskan misteri sajak ini kakak sayang hehehe?

    blalang


Leave a response

Your response:

Categories