di bibir pantaimu yang pantai
perahu yang terseok-seok ini
rindunya kian menggila …
rindu
untuk waktu yang waktumu, lelaki
Hei!
keangkuhan ini,
tetes demi tetes
anggurnya
tertuntaskankah sudah
?
(terima kasih utk Ashar atas diskusi puisi yang menyenangkan….)
