Posted by: ninayuliana | February 17, 2009

sekujurku

sepercik aku adalah bunga

sesobek aku sebagai udara

sekerat diriku menjelma batu

sepenggal lain, sesibir lain dan secabik lagi : padaku

jadi gunung, hujan juga pagi

demikian,

sekujur darahku : malam

saat malaikat kepakkan sayap ‘nuju puncak langit

kala iblis beringsut ke mimpi bocah kecil

saat diam memanggilku

saat diam jadi namaku.

(le 18 fevrier..du nuit…)


Responses

  1. hmmm… nina.. this is beautiful.. ada nada sedih tapi ya? apa gue salah tangkep???

  2. saat diam ku merasa
    aku pun banyak dosa
    pun, doa kupanjatkan hanya kepada-Nya semata


Leave a response

Your response:

Categories