aku mengutuk tiap helai waktu
yang kau habiskan di pulau itu
angin:
menghembus rambut-rambut putih
di kepalamu
mengajak ragamu menari pantai
heeii hooo heeeii hoooo!
sedang senja seperti maling yang mengendap
mencuri hampir semua terang
sisakan sepercik untuk kita
meraba apa yang tersisa
dan ragamu mulai payah
ikuti angin yang tak juga goyah
hingga napasmu tersengal
dalam gelap, terduduk sendiri
kau sumpahi pagi
yang tak kunjung tiba
sementara di sana
ibuku termangu
menatap perahu kosong
yang dulu pernah dikenalnya
