: hudan
sedang coca cola belum habis kau tenggak
ceceran tawa bocah, kentang goreng yang tergelak
ceracau tentang puisi, setan dan tuhan
“puisi datang dari hati”, tutupmu
sebelum kau tinggalkan meja
penuh huruf terserak
: takzim hurufmu kubasuh
satu -satu
Advertisement

bait terakhir, benar itu seperti gong.
setelah meliuk dgn dalam di interlude….
melodi yang menyayat…
pada terakhir ketukan drum..
gong itu…
ah jd ingat lagu Sarabande-nya Jon Lord..
By: budhisetyawan on January 8, 2010
at 3:27 am