Posted by: ninayuliana | June 15, 2009

yang terlupa

dan karung kemarahan ini
kami sampirkan di pundak
di dalamnya sebongkah matahari
yang kami curi semalam
dari sebuah istana di negeri sana

mereka tak pernah tahu
sebongkah matahari yang hilang
karena mereka punya seribu

kami pinjam sebongkah itu
biar terang dada kami
menyusuri becek jalan hitam ini

suatu hari, tentu kami kembali
mengantar sebongkah itu
: pada ujung nafas kami

(terinspirasi dari puisi Teddy Delano: http://www.facebook.com/note.php?note_id=104933778614&ref=nf)


Leave a response

Your response:

Categories