gemeritik jejak hujan di luar, baru saja.
serpih-serpih cermin di lantai yang dingin
bulir air mata, baru saja.
gemeritik jejak hujan di luar, baru saja.
serpih-serpih cermin di lantai yang dingin
bulir air mata, baru saja.
Posted in poems
So, You think you can stop me by keeping me here
Surrounded by these big strong solid sturdy walls
I might do counting my time….
Waiting for the time to come
So, You think you can take my sanity
by robbing my physical freedom
Hey, hold on, Sir….
You are absolutely wrong
I am a sinner to you
You’ve been sounding
Holier-than-thou
Though…
I might scream
I might be weak
I might be helpless
Waiting for God
To show Justice
I doubt it
Though….
I won’t ask Him for sanctuary
He might not understand
The meaning of justice
Either….
(inspired by: hallowed be thy name, iron maiden)
Posted in poems
sudah kau tiup lilin-lilin itu?
seperti kau hembus mantra jahat
yang masuk ke kepalaku
gerakkan tangan
raih kotak musik
di pojok lemari itu
masih melodi yang sama
tapi agak lama
mungkin berkarat sudah mesinnya
jadi, begini caramu
mendorong aku
pada harimu
?
Posted in poems
tanah tempatku berpijak
kokoh kujejak
tak mau terjerembap
tak ingin melambung
ke awan
tak peduli rinai hujan
terik matahari akan kutentang
aku tetap di sini
kokoh menjejak
itu pilihan
Posted in poems
pak tua,
masih terasakah rasa bibirku
di puntung rokok yang kau pungut
dengan tertatih-tatih
di lampu merah sore itu?
lewat spionku, kulihat kau
menghisap dalam-dalam puntung rokok
yang kubuang sembarangan
dari kaca mobilku
entah iba, jijik atau iri
karena masih bisa kau nikmati
hingga ujung terakhir
sisa puntung yang kubuang tadi
: masih adakah rasa bibirku
di situ?
Posted in poems
suara musik di resto itu
sepiring makanan tak terselesaikan
air mata mengalir… di sela buliran nasi
Posted in Uncategorized
tik – tok jam di dinding
seekor nyamuk hampiri lengan
bocah kecil tertidur: lelap
Posted in Uncategorized
sayup-sayup suara televisi di luar
halaman buku yang terbuka
menatap kosong, tak terbaca
(7 Desember 2008)
Posted in Uncategorized
di bawah sorot lampu panggung
sebaris denting piano melantun
hening penonton
(GKJ, 6 Desember 2008)
Posted in Uncategorized