on a bed of white sheet
unfinished letter laying still
in the middle of the night
on a bed of white sheet
unfinished letter laying still
in the middle of the night
Posted in Uncategorized
kelebat barisan cemara di jendela
riuh dengkur penumpang bis antar kota
sendiri terjaga, hampa
Posted in poems
november, cloudy days
standing on the pavement
seeking….empty space
Posted in poems
Rama di Rana
ramai rama berlama-lama
penuhi rana berwarna bening
hilang rasa berkalang sukma
mencekik hati dikelam hening
07.10.2008, 03:44AM
*kolaborasi dengan bangwin*
big thanks to him
Posted in Uncategorized
Minta Tolong
Tuhan Tolong
pinjamkan bahu Mu
biar kusandarkan
dunia di kepalaku
biar kubenamkan
tungkai kakiku di rimbunnya
ilalang padang
agar sempat terkejar
kupukupu yang tadi
terbang di depan
hidungku
biar kuhiasi jubah merah Mu
dengan rumbai-rumbai rambut
yang memutih
dan mengering
Tolong Tuhan
pinjamkan bahu itu
sebentar
Posted in poems
Depressed
Am i
?
Cannot describe my feeling
Useless
Am i
?
Let me go!!!
Tired of all these things
Let me go …..
I beg you….
I hate myself
Isn’t it enough?
I run
Looking for
God
To answer me
Silence
I got
Posted in Uncategorized
Muak aku!
‘nulis puisi tentang kehampaan
karena…
kehampaan ini
begitu ramai
juga nista
Lelah aku!
membisu atas cinta
cinta ini…. cinta
yang murah,
hina
tapi,
tak pernah jenuh
kupandangi bulan
dan bertanya
adakah kehidupan di sana
?
Posted in Uncategorized
aku keranjingan cinta
saat bara api yang meredam dalam tungku hati
: hiduplah!
kala gunung es yang terpatri di antara lautan nyeri
: lelehlah!
tatap mata yang mengukur
tinggi langit dan garis laut
saat risau kempompong
menjelma kupu-kupu
kini,
tiap helai udara yang ku hela
sibuk tasbihkan
nama
na ma
na ma na
na ma
na
ma
Mu!
aku
keranjingan cinta
Mu.
Posted in poems
hatiku:
yang dulu kau lumat, jenguklah!
lewati jalan-jalanmu yang perih
arungi segala sungai
‘kan kau dapati
istana beku di tepi pantai
jiwaku:
yang pernah kau rampas, tengoklah!
hampaku:
yang sempat kau gores, lihatlah!
Jenguklah!
Tengoklah!
Lihatlah!
gunung tinggi kokoh berdiri
sedang kau…
tak mampu ‘daki
letihmu letih letih
sesalmu
sesal
maka,
di padang pasir yang tak bertepi itu
‘kan kujenguk kau
suatu hari
nanti
Posted in Uncategorized