Posted by: ninayuliana | June 15, 2009

malam di kedai fast food

: hudan

sedang coca cola belum habis kau tenggak
ceceran tawa bocah, kentang goreng yang tergelak

ceracau tentang puisi, setan dan tuhan
“puisi datang dari hati”, tutupmu
sebelum kau tinggalkan meja
penuh huruf terserak

: takzim hurufmu kubasuh
satu -satu

Advertisements

Responses

  1. bait terakhir, benar itu seperti gong.
    setelah meliuk dgn dalam di interlude….
    melodi yang menyayat…

    pada terakhir ketukan drum..
    gong itu…

    ah jd ingat lagu Sarabande-nya Jon Lord..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: