Posted by: ninayuliana | February 17, 2009

sekujurku

sepercik aku adalah bunga

sesobek aku sebagai udara

sekerat diriku menjelma batu

sepenggal lain, sesibir lain dan secabik lagi : padaku

jadi gunung, hujan juga pagi

demikian,

sekujur darahku : malam

saat malaikat kepakkan sayap ‘nuju puncak langit

kala iblis beringsut ke mimpi bocah kecil

saat diam memanggilku

saat diam jadi namaku.

(le 18 fevrier..du nuit…)

Advertisements
Posted by: ninayuliana | February 2, 2009

mencari

hamparan helai sayap merpati, di taman

aku menanti sabda rindu yang tercecer

entah di mana

: merpati masih mencari

(berbalas puisi dengan Frances Polly, dari puisinya ‘mi amor, puisi’)

Posted by: ninayuliana | January 28, 2009

Leo

kamu yang bermain di rimbunnya awan,
sudahkah rintikku tiba di matamu?
buyarkan jingkat jingkatmu, terhenti.
turunlah, biar ku kecup keningmu,
sekejap.

Posted by: ninayuliana | January 9, 2009

baru saja

gemeritik jejak hujan di luar, baru saja.

serpih-serpih cermin di lantai yang dingin

bulir air mata, baru saja.

Posted by: ninayuliana | January 2, 2009

Hallowed might be thy name

So, You think you can stop me by keeping me here
Surrounded by these big strong solid sturdy walls
I might do counting my time….
Waiting for the time to come

So, You think you can take my sanity
by robbing my physical freedom
Hey, hold on, Sir….
You are absolutely wrong

I am a sinner to you
You’ve been sounding
Holier-than-thou
Though…

I might scream
I might be weak
I might be helpless
Waiting for God
To show Justice
I doubt it
Though….

I won’t ask Him for sanctuary
He might not understand
The meaning of justice
Either….

(inspired by: hallowed be thy name, iron maiden)

Posted by: ninayuliana | December 29, 2008

le 29 decembre

sudah kau tiup lilin-lilin itu?

seperti kau hembus mantra jahat

yang masuk ke kepalaku

gerakkan tangan

raih kotak musik

di pojok lemari itu

masih melodi yang sama

tapi agak lama

mungkin berkarat sudah mesinnya

jadi, begini caramu

mendorong aku

pada harimu

?

Posted by: ninayuliana | December 29, 2008

pilihan

tanah tempatku berpijak

kokoh kujejak

tak mau terjerembap

tak ingin melambung

ke awan

tak peduli rinai hujan

terik matahari akan kutentang

aku tetap di sini

kokoh menjejak

itu pilihan

Posted by: ninayuliana | December 28, 2008

puntung rokok

pak tua,

masih terasakah rasa bibirku

di puntung rokok yang kau pungut

dengan tertatih-tatih

di lampu merah sore itu?

lewat spionku, kulihat kau

menghisap dalam-dalam puntung rokok

yang kubuang sembarangan

dari  kaca mobilku

entah iba, jijik atau iri

karena masih bisa kau nikmati

hingga ujung terakhir

sisa puntung yang kubuang tadi

: masih adakah rasa bibirku

di situ?

Posted by: ninayuliana | December 14, 2008

suara musik di resto itu

sepiring makanan tak terselesaikan

air mata mengalir… di sela buliran nasi

Posted by: ninayuliana | December 14, 2008

tik – tok jam di dinding

seekor nyamuk hampiri lengan

bocah kecil tertidur:  lelap

« Newer Posts - Older Posts »

Categories